Apa Sih Sebenarnya Hormon Rasa Kenyang?

October 13, 2015 by Diet Huteri

Lapar merupakan hal yang wajar dan dialami oleh setiap manusia. Namun sering kali dijumpai banyak orang yang memiliki nafsu makan berlebihan seolah-olah tidak memiliki rasa kenyang. Mereka bukan rakus, hanya saja ada hormon yang mempengaruhinya.

Hormon Leptin

Tubuh kita memiliki banyak hormon yang mempengaruhi berbagai pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Salah satunya adalah hormon leptin, hormon rasa kenyang. Hormon inilah yang mempengaruhi selera makan seseorang. Jika hormon ini tidak berfungsi dengan baik, maka akibatnya orang tersebut tidak henti-hentinya makan kemudian efek sampingnya adalah obesitas.

Hormon Yang Mempengaruhi Rasa Kenyang

Bukan hanya rasa kenyang yang dipengaruhi oleh hormon, rasa lapar pun juga begitu. Sebelum membahas lebih lanjut mengenai hormon rasa kenyang, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu hormon apa yang mempengaruhi rasa lapar.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan, maka bisa mengikuti rekomendasi berikut ini karena sudah banyak yang berhasil dan biasanya membantu menurunkan 1 -3 kg/ minggu. Bagaimana caranya? Untuk mengetahui lebih lanjut silahkan klik disini

1 Hormon Ghrelin

Hormon ghrelin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel lambung dan pancreas manusia. Hormon inilah yang menyebabkan Anda memiliki rasa lapar. Anda akan merasa lapar sebelum makan, disaat inilah jumlah hormon tersebut mengalami peningkatan.

Hormon Ghrelin

Sedangkan ketika tubuh Anda sudah diberi nutrisi, maka Anda akan merasa kenyang. Saat itulah hormon tersebut jumlahnya menurun. Selain itu, hormon ini memiliki fungsi lain yaitu merangsang pusat kebahagiaan diotak dan akan membuat Anda makan lebih banyak.

Jika hormon ini bekerja berlebihan, Anda akan terus menerus merasa lapar dan menyebabkan jumlah lemak bertambah, terutama di daerah sekitar perut sehingga Anda beresiko terhadap tekanan darah tinggi sampai diabetes tipe II.

2. Hormon Leptin

Setelah merasa lapar kemudian makan, sudah sewajarnya Anda merasa kenyang. Perasaan kenyang tersebut dipengaruhi oleh sebuah hormon rasa kenyang yang disebut leptin. Hormon tersebut dihasilkan oleh sel-sel lemak yang berfungsi untuk mengatur metabolisme serta nafsu makan.

Hormon Leptin

Tubuh dengan kadar lemak tinggi memiliki kadar hormon leptin yang tinggi pula. Hormon leptin berguna untuk mengontrol otak kapan ia harus berhenti makan dan berhenti mengunyah, merespon rasa kenyang serta mengendalikan nafsu makan. Namun permasalahan muncul ketika hormon tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Bagi orang yang obesitas sudah dipastikan ia memiliki kadar hormon leptin yang tinggi namun karena tidak berfungsi maka ia tak kunjung kenyang karena hormon tersebut tidak bisa memberi perintah kepada otak untuk berhenti makan. Hal tersebut menyebabkan si obesitas menderita berbagai penyakit seperti diabetes dan jantung.

3. Hormon Adinopectin

Selain hormon rasa kenyang yaitu hormon leptin, ada juga hormon adinopectin. Hormon tersebut berasal dari jaringan adipose. Jika kekurangan hormon tersebut akan menyebabkan resistensi insulin.

Hormon Adinopectin

Hormon ini berfungsi untuk mengatur atau mengontrol kadar lemak dalam tubuh kita. Jika jumlah hormon ini menurun akan menyebabkan peningkatan Indeks Massa Tubuh, penumpukan lemak, penurunan sensitivitas insulin dan akan berakibat pada resiko penyakit jantung.

Pada dasarnya, rasa lapar dan rasa kenyang yang kita rasakan dipengaruhi oleh hormon-hormon yang bekerja saling mendukung satu sama lain. Ada hormon ghrelin yang berfungsi untuk mengatur rasa lapar, hormon lepin yang mengontrol rasa kenyang dan hormon Adinopectin yang berfungsi untuk mengontrol kadar lemak dalam tubuh. Demikian pembahasan mengenai hormon rasa kenyang. Semoga bermanfaat.



Apakah artikel ini sudah bagus?




Share to Facebook

Kami berbagi sambil
menemukan cara menurunkan berat badan paling efektifKami sudah menemukan banyak hal yang sebaiknya anda tahu



Apa Pendapat Anda Mengenai Pos Yang Satu Ini?